Pengaruh Kualitas Informasi SIMDA-BMD dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset Pada BKAD Kab. Sidenreng Rappang
DOI:
https://doi.org/10.61912/jumat.v2i1.409Kata Kunci:
Kualitas Informasi, SIMDA-BMD, Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Optimalisasi Pemanfaatan Aset, BKADAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kualitas Informasi SIMDA-BMD dan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sidenreng Rappang, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Populasi penelitian adalah seluruh aparatur yang terlibat dalam pengelolaan aset di BKAD Kabupaten Sidenreng Rappang sebanyak 76 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Kualitas Informasi SIMDA-BMD secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset; (2) SPIP secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset dengan nilai t hitung sebesar 3,499 dan signifikansi < 0,001; dan (3) secara simultan, Kualitas Informasi SIMDA-BMD dan SPIP berpengaruh positif dan signifikan terhadap Optimalisasi Pemanfaatan Aset dengan nilai F hitung sebesar 22,955, signifikansi < 0,001, dan koefisien determinasi (R²) sebesar 38,6%. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi antara kualitas sistem informasi aset dan penguatan pengendalian intern merupakan strategi yang efektif dalam mendorong optimalisasi pemanfaatan aset daerah.





