ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN PENDAPATAN DAERAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2024 BERDASARKAN DATA DJPK KEMENKEU

Penulis

  • Andi Nurrahma Gaffar Universitas Islam Negeri Palopo
  • Adriansyah Adriansyah Universitas Negeri Makassar
  • Yulia Yunita Yusuf Universitas Negeri Makassar
  • Andi Faisal Universitas Negeri Makassar
  • Asmar Asmar Universitas Negeri Makassar

DOI:

https://doi.org/10.61912/jeinsa.v4i2.274

Kata Kunci:

Efektivitas Pendapatan Daerah, Desentralisasi Fiskal, PAD, TKDD, Kemandirian Fiskal, Kota Makassar

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerimaan pendapatan daerah Kota Makassar tahun 2024 berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan fokus pada tiga komponen utama pendapatan daerah, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD), serta Pendapatan Lain-lain yang Sah. Analisis dilakukan dengan menghitung rasio efektivitas antara realisasi dan target anggaran untuk mengukur kinerja fiskal daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas total pendapatan daerah Kota Makassar mencapai 82,46%, yang termasuk dalam kategori cukup efektif. Secara rinci, PAD memiliki efektivitas 67,41% (kurang efektif), TKDD 104,77% (sangat efektif), dan Pendapatan Lain-lain yang Sah 59,14% (tidak efektif). Dominasi TKDD terhadap total pendapatan menunjukkan masih tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat, sedangkan kontribusi PAD relatif rendah akibat lemahnya sistem administrasi pajak dan belum optimalnya digitalisasi keuangan daerah. Temuan ini menegaskan bahwa efektivitas fiskal daerah belum mencerminkan kemandirian fiskal yang ideal. Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar perlu memperkuat strategi peningkatan PAD melalui digitalisasi pemungutan pajak, diversifikasi sumber pendapatan, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta reformasi kebijakan transfer fiskal berbasis kinerja. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas penerimaan pendapatan daerah dan mendorong kemandirian fiskal yang berkelanjutan.

Referensi

Cheng, Q., Chen, B., & Luo, J. (2024). The impact of digital tax administration on local government debt: Based on the revision of the tax collection and administration law. Finance Research Letters, 67(PB), 105938. https://doi.org/10.1016/j.frl.2024.105938

Creswell, J. W. (2018). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (5th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications.

Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. (2025). Data APBD Kota Makassar Tahun 2024. Kementerian Keuangan Republik Indonesia. https://djpk.kemenkeu.go.id

Halim, A. (2021). Akuntansi Keuangan Daerah. Jakarta: Salemba Empat.

ERIA, ACCMSME, & OECD. (2024). SME Policy Index: ASEAN 2024 – Enabling Sustainable Growth and Digitalisation. https://www.eria.org/research/sme-policy-index-asean-2024-enabling-sustainable-growth-and-digitalisation

Hung, N. T., & Thanh, S. D. (2022). Fiscal decentralization, economic growth, and human development: Empirical evidence. Cogent Economics and Finance, 10(1). https://doi.org/10.1080/23322039.2022.2109279

Mahmudi. (2019). Manajemen Kinerja Sektor Publik. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.

Martinez-Vazquez, J., & McNab, R. M. (1997). Fiscal Decentralization, Economic Growth, and Democratic Governance. International Studies Program Working Paper 97-7, Andrew Young School of Policy Studies, Georgia State University.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2018). Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook (4th ed.). Thousand Oaks, CA: SAGE Publications

Nisa, F., & Tamrin, M. H. (2025). Digital Transformation and Multi-Level Collaboration in Regional Tax Data Collection: A Case Study of Local Governments in Indonesia. JKMP (Jurnal Kebijakan Dan Manajemen Publik), 13(1), 17–27. https://doi.org/10.21070/jkmp.v13i1.1824

Oates, W. E. (2003). An essay on fiscal federalism. Fiscal Federalism and European Economic Integration, XXXVII(September), 13–47. https://doi.org/10.4324/9780203987254

Pabayo, A. S. T. (2025). Impact of Fiscal Decentralization Policy on Regional Fiscal Independence in Indonesia. Journal of Local Government Issues, 8(1), 142–160. https://doi.org/10.22219/logos.v8i1.37646

Putra, A. F., Syahid, I., & Riantika, R. L. (2025). Optimizing regional tax revenue with taxpayer compliance as a moderating variable in Yogyakarta. Journal of Contemporary Accounting, 6(3), 151–171. https://doi.org/10.20885/jca.vol6.iss3.art2

Tran, M. H., & Nguyen, N. T. (2024). Impacts of fiscal decentralization on performance of local government expenditure: Evidence from Vietnam. Journal of Infrastructure, Policy and Development, 8(6), 1–32. https://doi.org/10.24294/jipd.v8i6.3489

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/202394/uu-no-1-tahun-2022

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/38685/uu-no-23-tahun-2014

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-11-16

Cara Mengutip

Gaffar, A. N., Adriansyah, A., Yusuf, Y. Y. ., Faisal, A. ., & Asmar, A. (2025). ANALISIS EFEKTIVITAS PENERIMAAN PENDAPATAN DAERAH KOTA MAKASSAR TAHUN 2024 BERDASARKAN DATA DJPK KEMENKEU. Jurnal Ekonomi Ichsan Sidenreng Rappang, 4(2), 288–298. https://doi.org/10.61912/jeinsa.v4i2.274

Terbitan

Bagian

Articles